Skip to main content

Harapan Mahasiswa Baru 2016 Teknik Informatika Untan


 
Picture by http://informatika.untan.ac.id


Halo Kawan... Selamat datang kembali di blog saya dengan postingan yang singkat-singkat...

Apa harapanmu sebagai mahasiswa baru teknik informatika untan?
Oke.. sebelumnya saya bahas singkat mengenai prodi teknik informatika Untan. Prodi Informatika Untan berdiri pada tanggal 18 mei 2014 dengan SK Dirjen DIKTI Nomor 1664/D/T/2004. Prodi ini merupakan salah satu prodi jenjang sarjana (S1) di Fakultas teknik Untan. Saat ini prodi Informatika Untan masih terakreditasi C. Untuk Informasi lainnya bisa kawan kunjungi langsung di http://informatika.untan*ac.id. (ganti “*” dengan “.” Tanpa kutip)

Sebagai mahasiswa baru di Universitas Tanjungpura tentunya saya pasti menyimpan harapan yang mudah-mudahan bisa terwujud.
1.    Semoga Universitas Tanjungpura bisa mengukir prestasi di Nasional maupun Internasional
2.    Semoga mahasiswa Prodi Informatika Untan dapat melahirkan karya karya yang tidak hanya diakui di Kalimantan Barat melainkan Seluruh Indonesia.
3.    Semoga mahasiswa Prodi Informatika Untan bisa lulus dengan IPK yang tinggi
4.    Semoga Prodi Informatika Untan akreditasinya naik
5.    Semoga aktivitas perkuliahan di Universitas Tanjungpura berjalan dengan lancar

Sekian dulu postingan singkat saya yang membahas “Harapan Mahasiswa Baru 2016 Teknik Informatika Untan” ini. Harapan lainnya masih ditampung dulu dan akan diposting kembali pada kesempatan lain. Da...da (Lambaikan tangan ke Pembaca)

Comments

Popular posts from this blog

Pintu Sudah Terbuka, Tapi Kenapa Belum Masuk?

Kadang kepikiran juga, kalau beberapa kawan atau keluarga yang menawarkan " jodoh ", sebenarnya itu bentuk usaha mereka membukakan jalan  — tapi aku yang malah ga kunjung chat  😅 Apa ya perspektif mereka? Takutnya aku dikira ga percaya diri, terlalu pemalu, atau bahkan ga niat. Padahal kalau diingat-ingat, jujur aja, dulu waktu di bangku sekolah aku tuh cukup aktif. Naksir adik kelas, cari cara dapetin pin BBM (nostalgia banget ya), terus lanjut chat 🤭 Mungkin itu fase penasaran aja — masa-masa semangat cari koneksi walau belum ngerti arah tujuannya ke mana.  Tapi sejak masuk kuliah, sudut pandangku pelan-pelan berubah. Aku jadi lebih hati-hati. Kadang mikir juga, “Jangan-jangan aku yang ge-er?” Takutnya cewek yang aku ajak chat itu jadi baper, naruh rasa, padahal aku sendiri belum bisa kasih kepastian apa-apa. Jadi daripada bikin orang berharap tanpa arah , sekarang aku lebih milih buat chat seperlunya aja. Kalau emang udah siap — entah siap dari hati, logi...

Apakah aku sudah siap menikah?

Apakah aku sudah siap menikah? Di tengah gempuran kabar para sepupu yang satu per satu sudah menikah, aku bersyukur pertanyaan yang datang kepadaku bukan cuma “Kapan menikah?”, tapi sekarang sering lengkap dengan, “Udah ada calonnya belum?” 😅 Ya, kamu nggak salah baca. "Calon." Semakin ke sini, di usia yang sudah segini (sebut saja segini 😅), dorongan untuk menikah terasa makin kuat. Bukan hanya datang dari dalam diri, tapi juga dari luar — dari dunia nyata sampai dunia maya. Di dunia nyata, misalnya. Sepupu menikah, teman menikah, dan pertanyaan-pertanyaan pun mulai berdatangan: “Kapan nyusul?” dari teman atau sepupu. “Kamu kapan?” dari paman, bibi, atau tetangga. “Ada seseorang, lho…” dari rekan kerja. Sementara di dunia maya, tanpa pernah aku cari, FYP-ku tiba-tiba penuh dengan konten pernikahan: dekorasi, MUA, wedding tips, sampai curhatan rumah tangga. Semua muncul sendiri seolah berkata, “Yuk, nikah.” Dan di titik itulah aku mulai bertanya dalam hati: “Sebetulnya, aku...

Sedikit Cerita, Sedikit Refleksi

Halo sahabat pembaca, selamat datang kembali di postingan yang singkat-singkat. Selama ini, blog ini mungkin dikenal sebagai tempat berbagi tugas kuliah, catatan perjalanan wisata, atau bahkan sedikit cerita fiksi. Semuanya aku tuliskan sebagai bagian dari perjalanan hidup, belajar, dan berbagi rasa. Belakangan ini, aku merasa ada banyak cerita lain yang juga ingin aku bagi. Cerita-cerita yang lahir dari pengalaman pribadi, pemikiran yang tumbuh perlahan, dan pelajaran kecil dari keseharian. Karena itu, mungkin mulai dari postingan berikutnya, teman-teman akan menemukan nuansa yang sedikit berbeda.  Oh iya, mungkin teman-teman juga akan memperhatikan satu perubahan kecil dalam gaya tulisan. Sebagai bagian dari perubahan kecil ini, aku juga mulai menulis dengan kata ganti "aku" agar ceritanya terasa lebih dekat dan personal. Tapi jangan kaget kalau di beberapa tulisan, aku tetap menggunakan "saya"—karena semuanya akan menyesuaikan dengan suasana dan konte...