Skip to main content

Harapan Mahasiswa Baru 2016 Teknik Informatika Untan

Halo kawan,, selamat datang di blog postingan singkat

Kali ini saya akan menambahkan sedikit harapan dari postingan sebelumnya HarapanMahasiswa Baru 2016 Teknik Informatika.  Nah.. sebelum masuk pada pembahasan utama saya akan bahas singkat (singkat sekali seperti hubungan aku ke kamu.. Iya kamu.. wkwk) mengenai prestasi yang pernah di raih mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura. Senior saya diangkatan 2012 atas nama Angga Kurnia Putra dan Agustino Halim yang hadir dengan nama tim GROUCODE mewakili Untan berhasil meraih Juara tiga dalam kategori web programming dalam ajang nasional lomba FIT Competition 2016, yang diselenggarakan oleh Himpunan mahasiswa Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Prestasi tersebut tentu sangat membanggakan karena mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura mampu tampil di kancah nasional dan meraih prestasi. Informasi lengkap bisa di lihat di http://informatika.untan.ac*id (ganti “*” jadi “.” Tanpa kutip)
            Oke... langsung ke pembahasan utama, tentu saja saya mengharapakan kami mahasiswa baru 2016 juga harus mampu tampil di kancah nasional seperti senior tersebut. Tak hanya tampil di nasional tapi juga harus meraih prestasi. Untuk bisa seperti itu juga tak mudah, ya setidaknya harus diiringi usaha dan bimbingan dari senior yang sudah pengalaman. Harapan selanjutnya mudah mudahan hubungan silaturahmi antara mahasiswa fakultas teknik dari angkatan berapapun tetap baik.

Sekian dulu postingan yang singkat ini da..da..(lambaikan tangan ke pembaca)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pintu Sudah Terbuka, Tapi Kenapa Belum Masuk?

Kadang kepikiran juga, kalau beberapa kawan atau keluarga yang menawarkan " jodoh ", sebenarnya itu bentuk usaha mereka membukakan jalan  — tapi aku yang malah ga kunjung chat  😅 Apa ya perspektif mereka? Takutnya aku dikira ga percaya diri, terlalu pemalu, atau bahkan ga niat. Padahal kalau diingat-ingat, jujur aja, dulu waktu di bangku sekolah aku tuh cukup aktif. Naksir adik kelas, cari cara dapetin pin BBM (nostalgia banget ya), terus lanjut chat 🤭 Mungkin itu fase penasaran aja — masa-masa semangat cari koneksi walau belum ngerti arah tujuannya ke mana.  Tapi sejak masuk kuliah, sudut pandangku pelan-pelan berubah. Aku jadi lebih hati-hati. Kadang mikir juga, “Jangan-jangan aku yang ge-er?” Takutnya cewek yang aku ajak chat itu jadi baper, naruh rasa, padahal aku sendiri belum bisa kasih kepastian apa-apa. Jadi daripada bikin orang berharap tanpa arah , sekarang aku lebih milih buat chat seperlunya aja. Kalau emang udah siap — entah siap dari hati, logi...

Apakah aku sudah siap menikah?

Apakah aku sudah siap menikah? Di tengah gempuran kabar para sepupu yang satu per satu sudah menikah, aku bersyukur pertanyaan yang datang kepadaku bukan cuma “Kapan menikah?”, tapi sekarang sering lengkap dengan, “Udah ada calonnya belum?” 😅 Ya, kamu nggak salah baca. "Calon." Semakin ke sini, di usia yang sudah segini (sebut saja segini 😅), dorongan untuk menikah terasa makin kuat. Bukan hanya datang dari dalam diri, tapi juga dari luar — dari dunia nyata sampai dunia maya. Di dunia nyata, misalnya. Sepupu menikah, teman menikah, dan pertanyaan-pertanyaan pun mulai berdatangan: “Kapan nyusul?” dari teman atau sepupu. “Kamu kapan?” dari paman, bibi, atau tetangga. “Ada seseorang, lho…” dari rekan kerja. Sementara di dunia maya, tanpa pernah aku cari, FYP-ku tiba-tiba penuh dengan konten pernikahan: dekorasi, MUA, wedding tips, sampai curhatan rumah tangga. Semua muncul sendiri seolah berkata, “Yuk, nikah.” Dan di titik itulah aku mulai bertanya dalam hati: “Sebetulnya, aku...

Sedikit Cerita, Sedikit Refleksi

Halo sahabat pembaca, selamat datang kembali di postingan yang singkat-singkat. Selama ini, blog ini mungkin dikenal sebagai tempat berbagi tugas kuliah, catatan perjalanan wisata, atau bahkan sedikit cerita fiksi. Semuanya aku tuliskan sebagai bagian dari perjalanan hidup, belajar, dan berbagi rasa. Belakangan ini, aku merasa ada banyak cerita lain yang juga ingin aku bagi. Cerita-cerita yang lahir dari pengalaman pribadi, pemikiran yang tumbuh perlahan, dan pelajaran kecil dari keseharian. Karena itu, mungkin mulai dari postingan berikutnya, teman-teman akan menemukan nuansa yang sedikit berbeda.  Oh iya, mungkin teman-teman juga akan memperhatikan satu perubahan kecil dalam gaya tulisan. Sebagai bagian dari perubahan kecil ini, aku juga mulai menulis dengan kata ganti "aku" agar ceritanya terasa lebih dekat dan personal. Tapi jangan kaget kalau di beberapa tulisan, aku tetap menggunakan "saya"—karena semuanya akan menyesuaikan dengan suasana dan konte...