Skip to main content

Analisis dan Perancangan Sistem | Sistem Analis dan Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat membaca kembali di postingan yang singkat-singkat, Dipostingan ini akan dibahas Analisis sistem dan metodologi pengembangan perangkat lunak.

 

            Sistem analis disebut sebagai  individu kunci pada proses pengembangan sistem,  karena seorang sistem analis merupakan jabatan yang membuat sebuah keputusan. Kesalahan dalam membuat akan berakibat pada gagalnya proyek yang dikerjakan.

 

            Seorang sistem analis memiliki tanggung jawab pada proses analisis dan perancangan sistem informasi. Tugas utamanya adalah menentukan bentuk sistem yang akan dibangun dengan mempelajari masalah dan kebutuhan dari organisasi untuk menentukan bagaimana orang, data, proses, komunikasi dan teknologi informasi dapat meningkatkan pencapaian bisnis.

 

Untuk menjadi seorang sistem analis diperlukan beberapa keahlian yang harus dimiliki. Berikut keahlian yang diperlukan seorang analis :

·         Keahlian analisis

Keahlian analisis diperlukan untuk memahami organisasi yang memerlukan sistem informasi yang akan dibangun. Keahlian analisis digunakan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan klien. Kemampuan analisis juga diperlukan untuk memecahkan masalah yang telah ditemukan lagi menggunakan teknologi berbasis komputer. Dengan menganalisa komponen-komponennya maka seorang sistem analis akan lebih mudah memahami keseluruhan proses bisnis yang berjalan dan menemukan sub sistem mana yang punya indikasi mengalami masalah.

 

·         Keahlian teknis

                        Tugas utama seorang analis adalah menentukan bentuk sistem terkomputerisasi seperti apa yang dapat menyelesaikan masalah yang telah ditemukan pada  perusahaan atau organisasi klien. Karena permasalahan yang ditemukan harus diselesaikan dengan teknologi komputer maka keahlian teknis sangat dibutuhkan  yaitu berupa penguasaan teknologi software maupun hardware. Seorang sistem analis dituntut untuk mengenal dan menguasai software maupun hardware terbaru, mengetahui keunggulan maupun batasan dari teknologi-teknologi tersebut. Hal ini akan sangat membantu analis dalam memilih teknologi yang tepat untuk keperluan klien yang sangat spesifik. Keahlian teknis bias diperoleh dari pendidikan formal, pelatihan khusus maupun jam terbang yang panjang dalam mengembangkan proyek Sistem Informasi.

 

·         Keahlian Managerial

                        Salah satu tugas sistem analis adalah menjadi tangan kanan Manager Sistem Informasi dalam mengatur sumber daya proyek dalam skala kecil. Sistem analis bertanggung jawab mengatur sumber daya yang di bawah kendalinya seperti programmer dan teknisi. Pengalokasian tugas yang tepat sangat berpengaruh pada cepat lambatnya penyelesaian proyek . Sistem analis juga harus mampu memprediksi resiko dan perubahan factor-faktor eksternal seperti kenaikan harga hardware, perubahan kebutuhan klien, munculnya produk pesaing dan lain-lain.

 

·         Interpersonal skills

                        Keahlian berkomunikasi sangat diperlukan untuk menjaring informasi yang akurat tentang masalah yang ada pada klien. Kadang-kadang ada beberapa jenis klien yang tertutup atau kurang memahani proses bisnisnya sendiri. Disinilah kemampuan berkomunikasi dari sistem analis sangat menentukan keberhasilan identifikasi masalah. Dengan menjalin komunikasi secara efektif dengan stake holder yang lain, perkembangan proyek selalu dapat diketahui, perubahan- perubahan terbaru bisa dimonitor dan direspons.

 

            Tanggung jawab seorang analis adalah pada proses analisis dan perancangan sistem informasi. Adapun tanggung jawab dari seorang sistem analis meliputi :

1.      Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis

2.      Aliran data menuju ke komputer

3.      Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer

4.      Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya

 

Fungsi dari Sistem Analis meliputi :

1.      Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai / user.

2.      Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user.

3.      Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah.

4.      Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user.

Tahapan dalam menganalisis sistem

1.      Memahami bidang masalah.

2.      Menganalisis masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan.

3.      Menganalisis proses-proses bisnis.

4.      Menentukan tujuan-tujuan perbaikan sistem.

5.      Memperbarui rencana proyek.

6.      Mengkomunikasikan penemuan-penemuan dan rekomendasi.

 

 

 

Macam-macam klasifikasi metodologi pengembangan perangkat lunak

 

1)     Linear Sequential Model


Linear sequential model (“classic life cycle” atau “waterfall model”) adalah metode pengembangan perangkat lunak dengan pendekatan sekuensial dengan cakupan aktivitas:

a.       Rekayasa Sistem dan Analisis (System Engineering and Analysis). Karena perangkat lunak adalah bagian dari sistem yang lebih besar, pekerjaan dimulai dari pembentukan kebutuhan-kebutuhan untuk seluruh elemen sistem dan kemudian memilah mana yang untuk pengembangan perangkat lunak. Hal ini penting, ketika perangkat lunak harus berkomunikasi dengan hardware, orang, dan basis data.

b.      Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak (Software Requirements Analysis). Pengumpulan kebutuhan dengan fokus pada perangkat lunak, yang meliputi: domain informasi, fungsi yang dibutuhkan, unjuk kerja/performansi dan antarmuka. Hasilnya harus didokumentasi dan di-review ke pelanggan.

c.       Perancangan (Design). Ada empat atribut untuk program, yaitu: Struktur Data, Arsitektur perangkat lunak, Prosedur detil, dan Karakteristik Antarmuka. Proses desain mengubah kebutuhan-kebutuhan menjadi bentuk karakteristik yang dimengerti perangkat lunak sebelum dimulai penulisan program. Desain ini harus terdokumentasi dengan baik dan menjadi bagian konfigurasi perangkat lunak.

d.      Pembuatan Kode (Coding). Penterjemahan perancangan ke bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, dengan menggunakan bahasa pemrograman.

e.       Pengujian (Testing). Setelah kode program selesai testing dapat dilakukan. Testing memfokuskan pada logika internal dari perangkat lunak, fungsi eksternal dan mencari segala kemungkinan kesalahan dan memriksa apakah sesuai dengan hasil yang diinginkan.

f.       Pemeliharaan (Maintenance). Merupakan bagian paling akhir dari siklus pengembangan dan dilakukan setelah perangkat lunak dipergunakan, meliputi kegiatan-kegiatan:

                                              i.            Corrective Maintenance: Mengoreksi kesalahan pada perangkat lunak, yang baru terdeteksi pada saat perangkat lunak dipergunakan.

                                            ii.            Adaptive Maintenance: Penyesuaian dengan lingkungan baru, misalnya sistem operasi atau sebagai tuntutan atas perkembangan sistem komputer, misalnya penambahan printer driver.

                                          iii.            Perfektive Maintenance: Bila perangkat lunak sukses dipergunakan oleh pemakai. Pemeliharaan ditujukan untuk menambah kemampuannya seperti memberikan fungsi-fungsi tambahan, peningkatan kinerja dan sebagainya.

 

2)      Prototyping Model


                        Pendekatan prototyping model digunakan jika pemakai hanya mendefenisikan objektif umum dari perangkat lunak tanpa memerinci kebutuhan input, pemrosesan dan outputnya, sementara pengembang tidak begitu yakin akan efesiensi algoritma, adaptasi sistem operasi, atau bentuk

antarmuka manusia-mesin yang harus diambil. Cakupan aktivitas dari prototyping model terdiri dari:

a.        Mendefinisikan    objektif            secara  keseluruhan     dan mengidentifikasi kebutuhan yang sudah diketahui.

b.        Melakukan perancangan secara cepat sebagai dasar untuk membuat prototype.

c.        Menguji coba dan mengevaluasi prototype dan kemudian melakukan penambahan dan perbaikan- perbaikan terhadap prototype yang sudah dibuat.

 

3)     RAD (Rapid Application Development) Model


                        Merupakan model proses pengembangan perangkat lunak secara linear sequential yang menekankan pada siklus pengembangan yang sangat singkat. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan tim pengembangan menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu yang sangat pendek (kira-kira 60-90 hari). Cakupan aktivitas dari RAD model ini terdiri dari:

a.       Pemodelan Bisnis (Bussiness Modelling).

b.      Pemodelan Data (Data Modelling). Aliran informasi yang didefinisikan sebagai bagian dari fase pemodelan bisnis disaring ke dalam serangkaian objek data yang dibutuhkan untuk menopang bisnis tersebut. Karakteristik/atribut dari masing-masing objek diidentifikasi dan hubungan antara objek-objek tersebut didefinisikan.

c.       Pemodelan Proses (Process Modelling). Aliran informasi yang didefinisikan dalam fase pemodelan data ditransformasikan untuk mencapai aliran informasi yang perlu bagi implementasi sebuah fungsi bisnis. Gambaran pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus atau mendapatkan kembali sebuah objek data.

d.      Pembuatan Aplikasi (Application Generation).  Selain menciptakan perangkat lunak dengan menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga yang konvensional, RAD lebih banyak memproses kerja untuk memakai lagi komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bias dipakai lagi. Pada semua kasus, alat-alat bantu otomatis dipakai untuk memfasilitasi kontruksi perangkat lunak.

e.       Pengujian dan Pergantian (Testing and Turnover). Karena proses RAD menekankan pada pemakaian kembali, banyak komponen yang telah diuji. Hal ini mengurangi keseluruhan waktu pengujian. Tapi komponen baru harus diuji.

 

Pada saat RAD diimplementasikan, maka para pemakai bisa menjadi bagian dari keseluruhan proses pengembangan sistem dengan bertindak sebagai pengambil kepu- tusan pada setiap tahapan pengembangan. RAD bisa menghasilkan suatu sistem dengan cepat karena sistem yang dikem- bangkan dapat memenuhi keinginan dari para pemakai sehingga dapat mengurangi waktu untuk pengembangan ulang setelah tahap implementasi.

 

-  Apabila menggunakan RAD untuk men- dapatkan suatu desain yang dapat di- terima oleh konsumen dan dapat dikem- bangkan dengan mudah.

-        Apabila menggunakan RAD untuk memberikan batasan-batasan pada suatu sistem supaya tidak mengalami per- ubahan.

-        Apabila menggunakan RAD untuk meng- hemat waktu, dan kalau memungkinkan bisa menghemat biaya serta menghasil- kan produk yang berkualitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4)     Spiral Model

Merupakan model proses perangkat lunak yang memadukan wujud pengulangan dari model prototyping dengan aspek pengendalian dan sistematika dari linear sequential model, dengan penambahan elemen baru yaitu analisis resiko.

Model ini memiliki empat aktivitas penting, yaitu:

a.         Perencanaan (Planning). penentuan tujuan, alternatif, dan batasan.

b.         Analisis resiko (Risk Analysis). analisis alternatif dan identifikasi/pemecahan resiko.

c.         Rekayasa (Engineering). pengembangan level berikutnya dari produk.

d.        Evaluasi Pemakai (Customer Evaluation). penilaian terhadap hasil rekayasa

 

Bentuk spiral memberikan gambaran bahwa semakin besar iterasinya, maka menunjukkan makin lengkap versi dari perangkat  lunak yang dibuat. Selama awal sirkuit, objektif, alternatif dan batasan didefinisikan serta resiko diidentifikasikan dan dianalisa.

Model spiral ini adalah pendekatan yang paling realistic untuk sistem sekala besar.

 

 

 

 

 

 

 

 

5)     Agile Development l


Kategori ini berfokus pada perampingan SDLC dengan menghilangkan banyak pemodelan dan dokumentasi overhead dan waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas. Proyek menekankan sederhana, pengembangan aplikasi berulang. Kategori ini menggunakan pemrograman ekstrim (XP), yang dijelaskan sebagai berikut:

Prinsip-prinsip Kunci XP meliputi pengujian terus menerus, coding sederhana dan interaksi yang dekat dengan pengguna akhir untuk membangun sistem yang sangat cepat. Setelah proses perencanaan yang dangkal, tim proyek melakukan analisis, desain, dan fase implementasi iterative.

 

 

Sekian ilmu yang bisa saya bagikan ke kawan-kawan pembaca. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa dipostingan selanjutnya. Da da (lambaikan tangan ke pembaca)

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Pintu Sudah Terbuka, Tapi Kenapa Belum Masuk?

Kadang kepikiran juga, kalau beberapa kawan atau keluarga yang menawarkan " jodoh ", sebenarnya itu bentuk usaha mereka membukakan jalan  — tapi aku yang malah ga kunjung chat  😅 Apa ya perspektif mereka? Takutnya aku dikira ga percaya diri, terlalu pemalu, atau bahkan ga niat. Padahal kalau diingat-ingat, jujur aja, dulu waktu di bangku sekolah aku tuh cukup aktif. Naksir adik kelas, cari cara dapetin pin BBM (nostalgia banget ya), terus lanjut chat 🤭 Mungkin itu fase penasaran aja — masa-masa semangat cari koneksi walau belum ngerti arah tujuannya ke mana.  Tapi sejak masuk kuliah, sudut pandangku pelan-pelan berubah. Aku jadi lebih hati-hati. Kadang mikir juga, “Jangan-jangan aku yang ge-er?” Takutnya cewek yang aku ajak chat itu jadi baper, naruh rasa, padahal aku sendiri belum bisa kasih kepastian apa-apa. Jadi daripada bikin orang berharap tanpa arah , sekarang aku lebih milih buat chat seperlunya aja. Kalau emang udah siap — entah siap dari hati, logi...

Apakah aku sudah siap menikah?

Apakah aku sudah siap menikah? Di tengah gempuran kabar para sepupu yang satu per satu sudah menikah, aku bersyukur pertanyaan yang datang kepadaku bukan cuma “Kapan menikah?”, tapi sekarang sering lengkap dengan, “Udah ada calonnya belum?” 😅 Ya, kamu nggak salah baca. "Calon." Semakin ke sini, di usia yang sudah segini (sebut saja segini 😅), dorongan untuk menikah terasa makin kuat. Bukan hanya datang dari dalam diri, tapi juga dari luar — dari dunia nyata sampai dunia maya. Di dunia nyata, misalnya. Sepupu menikah, teman menikah, dan pertanyaan-pertanyaan pun mulai berdatangan: “Kapan nyusul?” dari teman atau sepupu. “Kamu kapan?” dari paman, bibi, atau tetangga. “Ada seseorang, lho…” dari rekan kerja. Sementara di dunia maya, tanpa pernah aku cari, FYP-ku tiba-tiba penuh dengan konten pernikahan: dekorasi, MUA, wedding tips, sampai curhatan rumah tangga. Semua muncul sendiri seolah berkata, “Yuk, nikah.” Dan di titik itulah aku mulai bertanya dalam hati: “Sebetulnya, aku...

Sedikit Cerita, Sedikit Refleksi

Halo sahabat pembaca, selamat datang kembali di postingan yang singkat-singkat. Selama ini, blog ini mungkin dikenal sebagai tempat berbagi tugas kuliah, catatan perjalanan wisata, atau bahkan sedikit cerita fiksi. Semuanya aku tuliskan sebagai bagian dari perjalanan hidup, belajar, dan berbagi rasa. Belakangan ini, aku merasa ada banyak cerita lain yang juga ingin aku bagi. Cerita-cerita yang lahir dari pengalaman pribadi, pemikiran yang tumbuh perlahan, dan pelajaran kecil dari keseharian. Karena itu, mungkin mulai dari postingan berikutnya, teman-teman akan menemukan nuansa yang sedikit berbeda.  Oh iya, mungkin teman-teman juga akan memperhatikan satu perubahan kecil dalam gaya tulisan. Sebagai bagian dari perubahan kecil ini, aku juga mulai menulis dengan kata ganti "aku" agar ceritanya terasa lebih dekat dan personal. Tapi jangan kaget kalau di beberapa tulisan, aku tetap menggunakan "saya"—karena semuanya akan menyesuaikan dengan suasana dan konte...