Skip to main content

KAITAN ANTARA PROYEK DAN MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK | MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK


Proyek adalah suatu usaha atau kegiatan dengan rentang waktu tertentu dan telah ditetapkan awal dimulainya pengerjaan dan waktu selesainya, untuk menghasilkan produk, jasa, dan hasil tertentu. Sebuah proyek akan berakhir jika tujuannya telah tercapai atau mungkin proyeknya dihentikan.

Didalam suatu proyek akan menemui beberapa permasalahan yang mana diperlukan sebuah tindakan memanajemen suatu proyek. Permasalahan tersebut antara lain : Biaya, Waktu, Tim proyek, dan Tujuan proyek.

1.      Biaya
            Biaya adalah anggaran dana yang disediakan untuk mencapai suatu tujuan proyek yang diukur dengan satuan Rupiah atau mata uang lain. Kaitannya dengan manajemen proyek yaitu agar proyek dapat diselesaikan dengan anggaran yang telah disetujui oleh pemberi proyek dan pekerja proyek. Proses yang dilakukan dalam manajemen biaya adalah menentukan sumber daya yang digunakan dan jumlahnya, membuat estimasi biaya  dengan menyusun suatu perkiraan biaya dan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek,  membuat suatu alokasi perkiraan biaya secara menyeluruh ke dalam rincian pekerjaan untuk menetapkan suatu baseline sebagai ukuran kinerja, dan melakukan pengendalian terhadap perubahan-perubahan pada anggaran proyek.

2.      Waktu
            Waktu didalam proyek adalah rentang waktu/durasi pengerjaan suatu proyek. Waktu juga berkaitan dengan manajemen biaya dalam suatu proyek. Agar proyek dapat berjalan tepat waktu dengan tetap memperhatikan keterbatasan biaya maka dilakukan memanajemen tahapan proses-proses yang akan dilakukan selama proyek berlangsung.

3.      Tim Proyek
            Tim proyek adalah seluruh anggota yang tergabung dalam pengelolaan proyek. Agar proyek berjalan dengan lancar maka diperlukan manajemen tim proyek yang biasa dipimpin oleh project manager. Seorang Project Manager harus mempunyai tanggung jawab terhadap tim kerja yang di pimpinnya. Dalam sebuah tim akan dibagi beberapa tugas, pembagian ini dimaksudkan agar proyek berjalan dengan lancar dan memanfaatkan sumber daya yang seminimal mungkin sehingga berpengaruh terhadap waktu dan biaya.  

4.      Tujuan
            Tujuan dibuat sebagai acuan untuk kegiatan yang akan dilakukan. Jika tujuan dari suatu proyek tercapai maka dapat dikatakan bahwa proyek tersebut berhasil.

            Suatu proyek sangat erat kaitannya dengan biaya, waktu, tim, dan tujuan proyek. Apabila keempat masalah tersebut termanajemen dengan baik maka besar kemungkinan suatu proyek akan berhasil. Maka dari itu diperlukan seorang project manager yang siap bertanggung jawab memanajemen keempat hal tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Pintu Sudah Terbuka, Tapi Kenapa Belum Masuk?

Kadang kepikiran juga, kalau beberapa kawan atau keluarga yang menawarkan " jodoh ", sebenarnya itu bentuk usaha mereka membukakan jalan  — tapi aku yang malah ga kunjung chat  😅 Apa ya perspektif mereka? Takutnya aku dikira ga percaya diri, terlalu pemalu, atau bahkan ga niat. Padahal kalau diingat-ingat, jujur aja, dulu waktu di bangku sekolah aku tuh cukup aktif. Naksir adik kelas, cari cara dapetin pin BBM (nostalgia banget ya), terus lanjut chat 🤭 Mungkin itu fase penasaran aja — masa-masa semangat cari koneksi walau belum ngerti arah tujuannya ke mana.  Tapi sejak masuk kuliah, sudut pandangku pelan-pelan berubah. Aku jadi lebih hati-hati. Kadang mikir juga, “Jangan-jangan aku yang ge-er?” Takutnya cewek yang aku ajak chat itu jadi baper, naruh rasa, padahal aku sendiri belum bisa kasih kepastian apa-apa. Jadi daripada bikin orang berharap tanpa arah , sekarang aku lebih milih buat chat seperlunya aja. Kalau emang udah siap — entah siap dari hati, logi...

Apakah aku sudah siap menikah?

Apakah aku sudah siap menikah? Di tengah gempuran kabar para sepupu yang satu per satu sudah menikah, aku bersyukur pertanyaan yang datang kepadaku bukan cuma “Kapan menikah?”, tapi sekarang sering lengkap dengan, “Udah ada calonnya belum?” 😅 Ya, kamu nggak salah baca. "Calon." Semakin ke sini, di usia yang sudah segini (sebut saja segini 😅), dorongan untuk menikah terasa makin kuat. Bukan hanya datang dari dalam diri, tapi juga dari luar — dari dunia nyata sampai dunia maya. Di dunia nyata, misalnya. Sepupu menikah, teman menikah, dan pertanyaan-pertanyaan pun mulai berdatangan: “Kapan nyusul?” dari teman atau sepupu. “Kamu kapan?” dari paman, bibi, atau tetangga. “Ada seseorang, lho…” dari rekan kerja. Sementara di dunia maya, tanpa pernah aku cari, FYP-ku tiba-tiba penuh dengan konten pernikahan: dekorasi, MUA, wedding tips, sampai curhatan rumah tangga. Semua muncul sendiri seolah berkata, “Yuk, nikah.” Dan di titik itulah aku mulai bertanya dalam hati: “Sebetulnya, aku...

Sedikit Cerita, Sedikit Refleksi

Halo sahabat pembaca, selamat datang kembali di postingan yang singkat-singkat. Selama ini, blog ini mungkin dikenal sebagai tempat berbagi tugas kuliah, catatan perjalanan wisata, atau bahkan sedikit cerita fiksi. Semuanya aku tuliskan sebagai bagian dari perjalanan hidup, belajar, dan berbagi rasa. Belakangan ini, aku merasa ada banyak cerita lain yang juga ingin aku bagi. Cerita-cerita yang lahir dari pengalaman pribadi, pemikiran yang tumbuh perlahan, dan pelajaran kecil dari keseharian. Karena itu, mungkin mulai dari postingan berikutnya, teman-teman akan menemukan nuansa yang sedikit berbeda.  Oh iya, mungkin teman-teman juga akan memperhatikan satu perubahan kecil dalam gaya tulisan. Sebagai bagian dari perubahan kecil ini, aku juga mulai menulis dengan kata ganti "aku" agar ceritanya terasa lebih dekat dan personal. Tapi jangan kaget kalau di beberapa tulisan, aku tetap menggunakan "saya"—karena semuanya akan menyesuaikan dengan suasana dan konte...