Skip to main content

Yok ke Temajuk!

        Halo sahabat pembaca, selamat datang kembali dipostingan yang singkat-singkat. Nah, pada kesempatan ini saya(penulis) mau berbagi pengalaman berlibur ke salah satu destinasi wisata andalan Biak Biak Sambas yaitu Temajuk. Mungkin dari beberapa kalian yang membaca posting-singkat sudah tau tentang Temajuk, kan?. Temajuk merupakan desa kecil yang terletak di ujung Ekor pulau Kalimantan tepatnya di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Temajuk sendiri sudah tak asing lagi didengar oleh sebagian masyarakat Sambas, apalagi sekarang Temajuk menjadi daya tarik lebih sebagai salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Sambas.
     
Rute Perjalanan
          Dari kota sambas ada 2 rute yang bisa dipilih untuk pergi ke Temajuk, melalui telok kalong atau rute kedua melalui sungai bening. Dari kedua rute tersebut masing masing memiliki kelebihan. Saat penulis melakukan liburan kesana untuk perginya penulis memilih rute telok kalong, untuk saat itu rutenya sebagian beraspal dan sebagian tanah kuning, untuk yang beraspal kondisinya ada beberapa yang rusak dan cukup membuat posisi duduk dimotor tidak nyaman . Untuk kepulangannya penulis melalui rute sungai bening kondisi jalan memang lagi sedang dibangun, ya otomatis perjalanan sedikit terganggu. setengah perjalanan yang penulis dan kawan kawan lewati berdebu dan setengahnya lagi becek karena kondisi pada saat itu jalanan sedang dilakukan penimbunan tanah. Nah, sahabat pembaca, dari info terkini yang penulis ketahui rute melalui sungai bening sekarang sudah mulai lumayan nyaman untuk dilewati karena rute tersebut sudah tahap pengerasan dan untuk waktu tempuhnya ± 2 jam.

Ragam Wisata
          Nah, sahabat pembaca wisata ditemajuk tidak hanya pantai tetapi ada juga wisata lain seperti Tugu NKRI, Dermaga Camar Bulan, dan lain lain. Bisa sahabat liat difoto berikut dibawah

nah waktu itu penulis hanya sempat berkunjung ke tugu NKRI dan Dermaga camar bulan , berikut penulis bagikan pengalaman tersebut melalui beberapa foto
Tugu NKRI Kabupaten Sambas



Dermaga Camar Bulan
Penginapan
          Saat berkunjung ke Temajuk sahabat pembaca tidak perlu bingung kalau mau mencari tempat menginap. Disana ada beberapa pilihan tempat menginap dengan masing masing fasilitas yang ditawarkan dan tergantung selera sahabat pembaca yang berkunjung kesana. Nah, penulis kemarin berkesempatan mencoba penginapan ditepi pantai yaitu Villa Camar Bulan Resort, disitu penulis memilih villa yang posisinya tepat ditepi pantai. Harga yang ditawarkan disesuaikan dengan fasilitasnya villa 2 lantai misalnya dibandrol dengan harga sewa 750 rb/ malam, untuk villa 1 lantai dibandrol dengan harga sewa 250 rb/ malam. Disana kenikmatan lebih yang bisa dirasakan penulis ialah mendengar deburan ombak saat malam hari itu rasanya menenangkan. Apalagi sahabat bisa bersantai di kursi santai sambil menikmati lampu lampu nelayan yang sedang mencari ikan. Satu lagi bonus yang bisa sahabat dapatkan kalau menginap di Villa Camar Bulan Resort ialah sahabat bisa masuk ke rumah terbalik dengan gratis.

Villa Camar Bulan Resort

Rumah Terbalik Camar Bulan Resort
Rumah Terbalik Camar Bulan Resort


Nah Sahabat, mungkin segitu dulu pengalaman penulis yang bisa dibagikan. Sampai bertemu kembali dipostingan singkat lainnya. Sampai Jumpa. Da.. da.. (Lambaikan tangan ke pembaca)

Comments

Popular posts from this blog

Pintu Sudah Terbuka, Tapi Kenapa Belum Masuk?

Kadang kepikiran juga, kalau beberapa kawan atau keluarga yang menawarkan " jodoh ", sebenarnya itu bentuk usaha mereka membukakan jalan  — tapi aku yang malah ga kunjung chat  😅 Apa ya perspektif mereka? Takutnya aku dikira ga percaya diri, terlalu pemalu, atau bahkan ga niat. Padahal kalau diingat-ingat, jujur aja, dulu waktu di bangku sekolah aku tuh cukup aktif. Naksir adik kelas, cari cara dapetin pin BBM (nostalgia banget ya), terus lanjut chat 🤭 Mungkin itu fase penasaran aja — masa-masa semangat cari koneksi walau belum ngerti arah tujuannya ke mana.  Tapi sejak masuk kuliah, sudut pandangku pelan-pelan berubah. Aku jadi lebih hati-hati. Kadang mikir juga, “Jangan-jangan aku yang ge-er?” Takutnya cewek yang aku ajak chat itu jadi baper, naruh rasa, padahal aku sendiri belum bisa kasih kepastian apa-apa. Jadi daripada bikin orang berharap tanpa arah , sekarang aku lebih milih buat chat seperlunya aja. Kalau emang udah siap — entah siap dari hati, logi...

Apakah aku sudah siap menikah?

Apakah aku sudah siap menikah? Di tengah gempuran kabar para sepupu yang satu per satu sudah menikah, aku bersyukur pertanyaan yang datang kepadaku bukan cuma “Kapan menikah?”, tapi sekarang sering lengkap dengan, “Udah ada calonnya belum?” 😅 Ya, kamu nggak salah baca. "Calon." Semakin ke sini, di usia yang sudah segini (sebut saja segini 😅), dorongan untuk menikah terasa makin kuat. Bukan hanya datang dari dalam diri, tapi juga dari luar — dari dunia nyata sampai dunia maya. Di dunia nyata, misalnya. Sepupu menikah, teman menikah, dan pertanyaan-pertanyaan pun mulai berdatangan: “Kapan nyusul?” dari teman atau sepupu. “Kamu kapan?” dari paman, bibi, atau tetangga. “Ada seseorang, lho…” dari rekan kerja. Sementara di dunia maya, tanpa pernah aku cari, FYP-ku tiba-tiba penuh dengan konten pernikahan: dekorasi, MUA, wedding tips, sampai curhatan rumah tangga. Semua muncul sendiri seolah berkata, “Yuk, nikah.” Dan di titik itulah aku mulai bertanya dalam hati: “Sebetulnya, aku...

Sedikit Cerita, Sedikit Refleksi

Halo sahabat pembaca, selamat datang kembali di postingan yang singkat-singkat. Selama ini, blog ini mungkin dikenal sebagai tempat berbagi tugas kuliah, catatan perjalanan wisata, atau bahkan sedikit cerita fiksi. Semuanya aku tuliskan sebagai bagian dari perjalanan hidup, belajar, dan berbagi rasa. Belakangan ini, aku merasa ada banyak cerita lain yang juga ingin aku bagi. Cerita-cerita yang lahir dari pengalaman pribadi, pemikiran yang tumbuh perlahan, dan pelajaran kecil dari keseharian. Karena itu, mungkin mulai dari postingan berikutnya, teman-teman akan menemukan nuansa yang sedikit berbeda.  Oh iya, mungkin teman-teman juga akan memperhatikan satu perubahan kecil dalam gaya tulisan. Sebagai bagian dari perubahan kecil ini, aku juga mulai menulis dengan kata ganti "aku" agar ceritanya terasa lebih dekat dan personal. Tapi jangan kaget kalau di beberapa tulisan, aku tetap menggunakan "saya"—karena semuanya akan menyesuaikan dengan suasana dan konte...